Yuk Cari Tahu Tentang Candi Ratu Boko

  • June 16, 2020

Candi ratu boko menjadi salah satu tempat wisata yang menyuguhkan pengetahuan sejarah dan pesona sunset yang menakjubkan bagi pengunjungnya.

Berwisata tak harus ke tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan indah bukan ? Berwisata menikmati liburan bersama keluarga juga bisa dilakukan ke tempat wisata yang juga menyediakan ilmu pengetahuan, salah satunya dengan berwisata ke tempat peninggalan di zaman dulu seperti Candi Ratu Boko. Candi ini juga menyuguhkan fenomena alam seperti sunset. Candi yang juga sering disebut Candi Boko ini merupakan salah satu situs purbakala yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Yogyakarta. Mau tahu lebih lengkap tentang candi ini ? Yuk simak terus hingga akhir.

Sekelumit Tentang Sejarah Candi Ratu Boko

Istana Ratu Boko merupakan salah satu peninggalan situs arkeologi, berbeda dengan situs yang lainnya. Tak sedikit yang mengira bahwa istana ini hanyalah berupa candi seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun sebenarnya Ratu Boko adalah bekas kompleks istana dengan beberapa bagian bangunan. Selain itu istana ini juga terkenal sebagai salah satu tempat yang terbaik untuk pengunjung menikmati sunset di Jogjakarta. Dengan letaknya yang berada di daerah perbukitan menjadikan pengunjung untuk dapat melihat sunset dari candi. Selain itu pengunjungnya juga bisa menikmati pemandangan sebagian kota Jogja dan sekitarnya yang dapat dinikmati di sekitar Ratu Boko tersebut yang terasa asri dan alami.

Lokasi Candi Ratu Boko dapat dibilang tidak susah untuk dicari yakni di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Rutenya yaitu jika pengunjung dari arah pusat kota Yogyakarta, langsung aja mengambil arah jalan Solo. Setelah itu jalan hingga sampai di Jalan Solo km 17 atau dekat candi Prambanan, ambillah arah menuju pasar Piyungan, kemudian sekitar 5 menit pengunjung akan menemukan tanda parkir ke Candi Ratu Boko.

Sejarah Ratu Boko bermula pada seorang raja yaitu Prabu Dewatasari atau Prabu Boko hidup di Keraton Prambanan. Situs yang juga merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram kuno bermula dari seseorang yang berasal dari Belanda yang bernama H.J. De Graff, pada abad ke-7 terdapat orang Eropa yang datang mengunjungi Jawa memberitahu bahwa terdapat peninggalan oleh sejarah purbakala dan mengatakan bahwa ditemukan runtuhan bangunan istana yang berada di Bokoharjo. Catatan sejarah menerangkan bahwa kerajaan Mataram Kuno tepatnya abad ke-8 telah digunakan dinasti Syailendra yaitu Rakai Pikatan, jauh sebelum era raja Samaratungga, yakni pendiri candi Borobudur dan Rakai Pikatan yang merupakan pendiri Prambanan.

Ada juga yang menyebutkan bahwa Prabu Boko sebenarnya seorang perempuan yaitu permaisuri Raja Prambanan bernama Prabu Prawatasari. Prabu Boko ini merupakan wanita titisan raksasa bernama Buto Nyai. Meskipun begitu tetapi kecantikan Buto Nyai tak ada yang menandinginya di daerah Jawa Tengah. Setelah melahirkan, Prabu Boko berkebiasaan buruk dengan memakan daging manusia yang digunakan sebagai tumbal untuk kesaktiannya. Karena itu, ayahnya, Raja Prabu Dewatasari murka dan memerintahkan Prabu Boko meninggalkan istana. Kepergian sang permaisuri membuat sang raja dan bayinya sedih, dan pada akhirnya dibuatlah patung yang menyerupai sang istri terbuat dari batu dan hingga sekarang dikenal dengan sebutan Candi Ratu Boko. Jadi pertanyaan siapakah Ratu Boko sebenarnya sudah terjawab.

Untuk kalian yang ingin mengunjungi Candi Ratu Boko, persiapkan dulu tiket masuk yang relatif murah, hanya 25 ribu yang sudah termasuk parkir dan harga tersebut hanya berlaku hingga pukul 15.00. untuk tiket setelah pukul 15.00 akan dikategorikan menjadi tiket menikmati sunset dan jauh lebih mahal yakni sebesar 100 ribu. Walaupun harga tiket lebih mahal, namun mendapat kepuasan tersendiri dalam menikmati pemandangan sunset dan pemandangan lainnya di wisata tersebut.

Menikmati Pesona Alami Tebing Keraton Bandung

  • June 13, 2020

Tebing keraton bandung dengan berbagai panorama keindahan alam dibumbui dengan spot yang mendukung menjadikan momen menyenangkan dan menyejukkan pengunjung.

Menikmati liburan ke kota Bandung menjadi salah satu pilihan tepat terlebih lagi mengajak keluarga dan sang buah hati tercinta. Bandung yang memiliki suasana segar dan sejuk menyediakan berbagai tempat wisata dengan ciri khas dan pemandangan yang menakjubkan, salah satunya adalah Tebing Keraton. Tempat wisata tebing keraton ini merupakan sebuah tebing tanah berpasir. Hal yang menjadikannya menarik dan banyak pengunjungnya yaitu indahnya pemandangan hijau yang begitu mempesona. Tentu kalian ingin tahu selengkapnya tentang Tebing Keraton Bandung ini kan ? Oleh karena itu simak terus hingga selesai.

Tebing keraton bandung: sejarah, tiket, dan spot yang menarik pengunjung

Seperti halnya dengan tempat-tempat wisata lain, tebing keraton ini juga memiliki asal-usulnya. Pada awal sejarah tebing keraton ini bernama tebing jontor, karena tebing berbentuk agak maju ke depan. Kemudian tahun 2014 penemu tebing ini yaitu Pak Ase mengganti namanya menjadi tebing keraton, yang tiba-tiba nama tersebut terlintas di benak Pak Ase dan membayangkan kemegahan serta keindahan alamnya. Daya tarik yang disajikan Tebing Keraton ini banyak sekali, misalnya seperti view yang cantik di ketinggian 1.200 mdpl yang berasal dari atas tebing tampak bagaikan hamparan karpet hijau yang dihiasi dengan pepohonan dan lembah yang merupakan corak utamanya.

Tak hanya itu saja, tebing keraton sunrise dapat dinikmati pengunjung yang dapat dinikmati dari tebing tersebut. Momen tersebut dapat diabadikan menjadi momen yang paling fenomenal. Pemandangan sunrise tersebut menampilkan matahari terbit yang seakan membuka tirai-tirai yang menghalangi cahaya. Tirai-tirai yang berasal dari lebatnya kabut yang tengah menutupi hamparan pohon yang ada disekitar tebing tersebut ditemani dengan hawa yang dingin namun menyejukkan. Tak terkecuali pula pemandangan sunset yang menyuguhkan suasana romantis yang memberikan momen terindah bagi setiap pasangan. Dengan menyuguhkan berbagai panorama alam yang cantik dan memukau, tak heran banyak pengunjung yang menjadikan beberapa tempat menjadi spot terindah untuk mengabadikan momen dengan kamera. Salah satu spot terbaik untuk mengambil gambar yaitu terletak di sebuah bongkahan batu berukuran cukup besar yang berada tepat di tepi tebing.

Bagi kalian yang ingin ke obyek wisata tersebut, lokasi Tebing Keraton berada di kawasan Taman Hutan Raya Djuanda atau sering disebut dengan Tahura Djuanda, di kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Kelurahan Dago, Kabupaten Bandung Utara, Jawa Barat. Rute menuju tebing keraton tampak agak sulit bagi pengunjung yang baru pertama datang.

Beralih ke tiket masuk tebing keraton bandung, harganya cukup relatif murah. Untuk tiket masuk dikenakan tiket sebesar 11 ribu per orang. Perlu diketahui jika tiket masuk tersebut sudah termasuk biaya asuransi sebesar seribu rupiah. Kemudian jika pengunjung menggunakan transportasi mobil. Akan dikenakan biaya parkir mobil cukup 10 ribu saja, serta jika parkir motor hanya 5 ribu saja. Untuk yang akan mengunjunginya, pelayanan tiket masuk tebing keraton dan jam buka wisata ini pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Bagi kalian yang akan berwisata ke tebing keraton, alangkah baiknya ikuti beberapa tips yang harus diperhatikan. Pertama, pastikanlah tubuh sehat dan prima agar dapat kuat menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan untuk sampai di wisata. Kedua, janganlah bawa anak-anak hingga ke tebing tanpa adanya perhatian, karena lokasi wisata yang berada di ketinggian yang sangatlah rawan untuk anak kecil. Ketiga, bawalah kamera yang memiliki kualitas bagus agar dapat mengabadikan momen terbaik di spot-spot yang indah. Bagaimana, tertarik untuk berwisata ke Tebing Keraton Bandung ? Selamat berlibur.

Liburan di Pantai Klayar Pacitan yang Eksotis

  • June 10, 2020

Pantai Klayar Pacitan menawarkan pesona pemandangan alam yang indah dan menikmati sore hari dengan sunset ditemani deburan ombak membuat liburan menyenangkan.

Salah satu wisata pantai yang terdapat di Pacitan yaitu pantai Klayar. Pantai yang meninggalkan kesan tersendiri bagi setiap pengunjung ini semakin ramai didatangi wisatawan untuk menikmati pemandangan alam dan deburan ombak. Menikmati suasana pantai yang masih sepi dan alami, hamparan pasir putih agak kecoklatan yang bersanding dengan gagahnya karang yang menjorok ke laut membuat para wisatawan enggan cepat-cepat meninggalkan tempat ini. Pantai Klayar Pacitan menjadi destinasi wisata yang harus dikunjungi jika sejenak berada di Pacitan. Bagi yang akan mengunjungi pantai yang eksotis ini, simaklah ulasan ini ya. So, don’t miss it.

Inilah Tiket Masuk Hingga Rute Wisata Pantai Klayar Pacitan yang Eksotis

Wisata pantai menjadi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik wisatawan domestik maupun non domestik yang ingin menikmati deburan ombak yang segar hingga menunggu cantiknya sunset di tengah damainya pantai, begitu pula dengan pantai Klayar. Para pengunjung harus menyiapkan beberapa gocek untuk Tiket masuk pantai Klayar Pacitan, yakni setiap hari Senin hingga Jum’at untuk kategori dewasa dan kategori anak-anak dikenakan tarif sebesar 5 ribu, sedangkan jika berkunjung di hari Sabtu dan Minggu serta hari libur kategori dewasa dikenakan sebesar 7 ribu, lebih sedikit dari kategori anak-anak yang harus merogoh uang sebesar 10 ribu untuk masuk.

Fasilitas yang disediakan terbilang sudah memadai. Tersedia kamar mandi dan toilet yang dapat digunakan wisatawan, serta disediakan pula musholla untuk pengunjung yang akan menunaikan sholat. Dalam bidang kuliner tak ketinggalan pula, warung-warung tersebar di pinggir pantai yang siap memanjakan perut pengunjung. Tentu tak lega rasanya jika tidak bermalam di Pantai Klayar. Ditemani dengan deburan ombak dan angin segar menjadikan malam hari terasa begitu damai. Penginapan di pantai klayar pacitan banyak disediakan di sana. Terdapat beberapa homestay yang telah terdaftar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat. Misalnya Homestay Pak Gimun yang menyediakan 6 kamar tidur yang dipasang tarif sebesar 150 ribu untuk kamar kelas 1 dan kamar kelas 2 sebesar 100 ribu. Fasilitas di homestay berupa televisi dan kipas angin, serta kamar mandi dalam. Homestay daerah Pantai tersebut rata-rata mematok harga relatif murah yakni 300 ribu.

Pantai Klayar berlokasi tepatnya di Desa Salak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan. Rute pantai klayar cukup mudah dan terjangkau. Jika dari Jogja bisa melewati kota Wonosari, lalu ke arah Timur menuju arah Patuk dan lajur ke arah Wonosari. Setelah itu dilanjutkan ke Pracimantoro hingga ke Giribelah dan akan melewati daerah Punung. Setelah melewati daerah Punung, perhatikan kanan jalan. Disana ada petunjuk arah ke Pantai Klayar, pengunjung hanya cukup mengikuti arah papan nama tersebut.

Berbeda jika pengunjung datang dari arah Solo. Jalan menuju pantai klayar pacitan yang mudah yaitu lewat daerah Pracimantoro, kemudian berjalan lurus terus sampai di daerah Giribelah. Setelah itu belok ke kanan hingga sampai daerah Kalak, dan sampai di Kalak hanya tinggal ikuti rute hingga sampai di Pantai Klayar. Sebenarnya akses jalannya tidaklah sulit, tetapi yang menjadi kendala adalah ada beberapa jalan yang kurang mulus.

Pantai yang menarik pengunjung dengan semburan air laut yang berasal dari sela-sela karang ini masih terjaga akan keasriannya dan belum terkontaminasi dengan sampah-sampah yang dapat merusak pemandangan dan ekosistem alam. Oleh karena itu, jika akan mengunjungi Pantai Klayar Pacitan jagalah kebersihan dan sikap agar pantai tetap terjaga. Selamat berlibur akhir pekan.

Wisata Danau Kelimutu Flores, Wisata Danau 3 Warna

  • June 7, 2020

wisata danau kelimutu flores memiliki segudang cerita mistis dan juga memiliki sisi pemandangan yang sangat apik dan menakjubkan.

Tak afdhol rasanya jika berlibur di Pulau Flores NTT sebelum mengunjungi wisata alam yang satu ini. Wisata Danau Kelimutu Flores namanya. Danau Kelimutu terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, yakni sebuah danau kawah tepatnya berada Gunung Kelimutu yang ada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi di Flores. Danau yang juga dikenal dengan Danau Tiga Warna karena terdapat tiga warna air yang berbeda seperti merah, biru dan putih ini terletak di ketinggian 1.631 meter dari permukaan tanah. Penasaran dengan Danau Kelimutu ini ? Maka simak ulasan ini hingga selesai.

Wisata Danau Kelimutu Flores

Pada awalnya Kelimutu adalah gabungan dari kata keli yang artinya gunung dan kata mutu yang artinya mendidih. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan tentang misteri danau Kelimutu bahwa warna-warna air danau tersebut masing-masing memiliki arti yang berbeda dan terdapat kekuatan alam yang bersifat dahsyat. Danau Kelimutu yang juga disebut Tiwu Kelimutu memiliki tiga bagian yang sesuai dengan warna dalam danau tersebut. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau danau biru merupakan tempat untuk berkumpul jiwa muda yang sudah meninggal, Tiwu Ata Polo atau warna merah merupakan tempat berkumpul jiwa orang meninggal dan selalu berbuat jahat selama hidupnya, serta Tiwu Ata Mbupu yakni warna putih yang merupakan tempat untuk berkumpul jiwa orang tua yang sudah meninggal.

Setiap danau memiliki kedalaman dan luas daerah yang berbeda di masing-masing bagiannya. Kedalaman Danau Kelimutu bagian Tiwu Ata Polo memiliki luas daerah sebesar 4 Ha yang memiliki kedalaman 64 meter, kemudian Tiwu Ata Mbupu berukuran 4,5 Ha yang memiliki kedalaman 67 meter, dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai memiliki luas 5,5 ha dan berkedalaman 125 meter. Secara administratif, lokasi Danau Kelimutu berada di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Detsuko, Kecamatan Ndona dan Kecamatan Wolowar yang merupakan di bawah naungan Kabupaten Dati II Ende, propinsi Nusa Tenggara Timur.

Sejarah Danau Kelimutu awalnya daerah ini ditemukan seorang warga Belanda tahun 1915 yang bernama Van Such Telen. Keindahan danau ini dikenal luas setelah seseorang bernama Y. Bouman melukiskan ke dalam tulisannya, yang pada waktu itu tahun 1929. Sejak saat itulah banyak wisatawan asing yang mendatangi untuk menikmati danau yang dikenal angker oleh masyarakat sekitar. Keindahan tersebut tidak hanya didatangi pecinta keindahan alam saja, tetapi peneliti juga ingin mengetahui kejadian alam langka itu.

Danau Kelimutu terletak di puncak Gunung Kelimutu dan termasuk dalam deretan Taman Nasional Kelimutu. Danau ini juga memiliki tiga kubangan yang berukuran raksasa, yang masing-masing kubangan itu memiliki warna air yang berubah. Danau Kelimutu berubah warna setiap tahunnya, dan air yang ada di salah satu kubangan tersebut berwarna merah dan bisa berubah warna menjadi hijau tua dan merah hati, kemudian warna hijau tua menjadi hijau muda dan kubangan terakhir warna coklat kehitaman berubah menjadi warna biru langit.

Gunung Kelimutu merupakan salah satu gunung yang tumbuh dalam kaldera Sokonia atau disebut juga Tubbus. Kelimutu tumbuh bersama dua gunung lainnya yakni gunung kelido dan gunung kelibara. Ketiga gunung ini membangun kompeks secara bersambungan, tetapi gunung kelibara tidak ikut karena gunung ini terpisah oleh lembah yang berasa dari kadera sokonia. Dan gunung kelimutu ini menjadi kerucut tertua dan masih beraktifitas vulkanologi hingga saat ini. Gunung kelimutu meletus secara dahsyat tahun 1830 mengeluarkan lava hitam watukali dan meletus lagi tahun 1869-1870 yang disertai dengan aliran lahar yang membuat suasana menjadi gelap gulita disekitarnya dikarenakan hujan abu dan lontaran batu. Itulah sekelumit hal tentang wisata Danau Kelimutu Flores, semoga bermanfaat.

Yukk Liburan ke Pantai Tiga Warna Malang

  • June 4, 2020

pantai tiga warna malang memberikan pesona dan pemandangan yang menyegarkan dan uniknya air pantai 3 warna yang menjadi buronan wisatawan.

Mengisi waktu libur weekend dengan pergi ke tempat wisata yang menyegarkan wajib untuk direalisasikan apalagi bersama keluarga tercinta. Salah satunya dengan pergi pantai yang memiliki udara segar dan pemandangan yang sangat menakjubkan. Pantai Tiga Warna Malang menjadi salah satu kandidat terbaik sebagai tempat wisata menarik untuk dikunjungi di daerah Malang. Dengan menyuguhkan keindahan pantai yang menggunakan sistem reservasi sebelum pengunjung masuk menjadikannya semakin menarik hati para pengunjung. Bagi kalian yang penasaran dengan wisata satu ini, simak terus bahasan kali ini.

Pesona Pantai Tiga Warna Malang Yang Tak Ada Tandingannya

Pantai 3 warna malang merupakan pantai yang berada di selatan kota Malang yang memiliki 3 warna air pantai. Hal tersebut disebabkan oleh laut yang memiliki kedalaman yang berbeda, sehingga jika dilihat dengan mata telanjang akan terlihat perbedaan pada warna air pantai tersebut. Setiap hari wisatawan yang mengunjungi pantai ini terbilang cukup banyak. Untuk mengantisipasi pengunjung yang sembarangan, pihak pengelola pantai membatasi kuota pengunjung, maksimal hanya 100 pengunjung per hari dan dalam perjanjian tersebut pengunjung harus membawa sampahnya kembali termasuk bungkus makanan ataupun minuman. Jadi kebersihan di pantai dapat terjaga dan tidak menumpuk sampah.

Wisatawan yang berlibur ke tempat ini juga akan disuguhkan dengan keanekaragaman biota yang berada di bawah laut dan sangat disayangkan jika pengunjung tidak Snorkeling pantai 3 warna ini. Bagi kamu yang ingin berwisata ke tempat ini, ada beberapa tips yang harus kamu lakukan untuk menuju ke pantai ini.Tips pertama, lakukan reservasi ke pengelola pantai atau petugas balai konservasi mangrove terlebih dulu, karena tidak sembarangan orang yang dapat memasuki wisata ini. Setelah itu pihak pengelola akan membatasi tiap rombongan maksimal 10 orang saja.

Tips kedua, siapkanlah bekal makanan dan minuman, karena di pantai tersebut jarang ditemukan pedagang. Tips ketiga, jika kamu ingin menginap di sana, pihak pengelola pantai juga sudah menyiapkan tenda dan peralatan outdoor yang bisa kamu sewa hanya dengan Rp. 25 ribu saja per malam untuk sewa tenda dan Rp 25 ribu lagi untuk sewa lahan. Jadi kamu dan teman-temanmu tak perlu repot lagi untuk membawa peralatan untuk menginap. Untuk tiket masuk pantai tiga warna, tiket tiap rombongan dikenakan sebesar 100 ribu. Selain itu juga dikenakan jasa guide yang akan menemani untuk trecking pantai 3 warna sebesar 100 ribu per 34 jam dan sewa alat snorkling hanya 15 ribu per set saja. Cukup murah kan? Terakhir, janganlah meninggalkan sampah sedikitpun. Jika pengunjung dipergoki meninggalkan sampah, akan dikenakan denda sendiri, dan banyaknya denda tergantung dengan sedikit atau banyaknya sampah yang ditinggalkan.

Lokasi pantai tiga warna tepatnya berada di Desa Tambak Rejo, Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rutenya yaitu kalau kamu dari pusat kota Malang, cukup ikuti penunjuk arah yang menuju Kecamatan Buluwalang, kemudian melewati Kecamatan Turen dan Kecamatan Sumber Manjing Wetan, hingga sampai di Pantai Sendang Biru. Sampai di pertigaan Pantai Sendang Biru kamu akan menemui banyak petunjuk arah, dan ikuti saja petunjuk arah yang menunjukkan ke arah Clungup Mangrove Conversation. Dari arah pintu masuk Clungup Mangrove pengunjung akan melewati medan jalan yang sempit yang masih bisa dilewati sepeda motor.

Sementara itu bagi pengunjung yang menggunakan mobil, mobilnya tidak bisa melewati jalan tersebut dan harus diparkir di tempat yang jauhnya sekitar 1 km sebelum memasuki Clungup Mangrove. Setelah itu dilanjutkan berjalan kaki hingga melewati Clungup Mangrove dan sampailah di pintu gerbang wisata Pantai Tiga Warna Malang. Nah, jadi persiapkan matang-matang ya untuk berwisata ke tempat ini

Bukit Moko Bandung Yang Menawarkan Pemandangan Penuh Cahaya

  • June 1, 2020

Bukit Moko Bandung adalah lokasi wisata yang perlu untuk anda pertimbangkan. Anda bisa merasakan keindahan alam di sana yang begitu istimewa.

Bandung adalah kota yang sangat indah dengan tatanan kota yang begitu rapi. Jika anda berkunjung ke sana, anda akan menemukan banyak lokasi wisata menarik yang mampu memanjakan mata. Jika anda berencana untuk mengunjungi bandung, anda perlu untuk mengetahui mengenai lokasi wisata yang sedang hits saat ini. Wisata alam yang romantis dan juga begitu indah salah satunya adalah Bukit Moko Bandung. Di sana anda bisa menikmati pemandangan kota dengan lampu yang sangat indah dari atas ketinggian. Saking kerennya tempat ini, hampir di setiap hari libur selalu di penuhi oleh pengunjung.

Lokasi Bukit Moko Bandung ini adalah di desa cimenyat, anda bisa melihat keindahan kota bandung yang begitu modern dari atas ketinggian. Saat anda berlibur ke sana sangat disarankan untuk datang di waktu malam hari agar bisa menikmati keindahan lampu kota. Jika di Yogyakarta, bukit ini mirip seperti bukit bintang. Namun tentu akan ada banyak perbedaan yang membuat bukit ini sangat berkarakter dan berbeda dengan bukit bintang. Dari atas ketinggian 1500 mdpl, anda akan dibuat terpana akan keindahannya. Suasana yang ditawarkan juga begitu sejuk sehingga cocok untuk anda yang ingin melepas pikiran dan menyejukkan hati. Bukit moko kota bandung, jawa barat ini benar benar sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin mendapatkan wisata romantis.

Berburu indahnya Bintang di Puncak

Bukit yang indah ini memang banyak dipilih oleh wisatawan yang ingin mendapatkan pemandangan indah kota bandung di malam hari. Dari atas ketinggian, anda bisa dengan bebas melihat kota bandung yang ramai dan yang terlihat adalah lampu-lampu yang sangat padat. Anda bisa mengabadikan momen ini bersama teman yang datang bersama anda. suasana romantis akan sangat terasa jika anda datang bersama dengan pasangan yang dicintai. Hamparan kota bandung yang luas akan menjadi background terbaik. Jika ingin lebih santai menikmati malam di sana anda bisa melakukan camping di bukit moko.

Sensasi Sunrise di pagi hari

Jika bukit ini begitu menawan dengan keindahan lampu kota yang begitu indah di waktu malam hari, anda juga akan menemukan keindahan di bukit moko siang hari. Banyak dari wisatawan yang melakukan camping di sana karena memang pemandangan di waktu siang hari juga tidak kalah mengagumkan. Anda bisa melihat sunrise dengan jelas saat bangun pagi dan anda juga bisa melakukan banyak aktifitas menyenangkan di sana. Karena ketinggian dari bukit ini mencapai 1500 mdpl, keindahan yang di tawarkan juga tidak kalah dengan puncak gunung yang ketinggiannya sekitar 1500 mdpl. Anda bisa membayangkan sendiri betapa cantiknya bukit yang ada di bandung ini. Jam buka bukit moko mulai dari pagi hingga sore hari. Jadi anda bisa mendaki ke bukit di waktu siang dan sampai di atas di waktu sore untuk mendirikan tenda.

alamat bukit moko bandung sudah anda ketahui, jadi jika anda akan berkunjung sini bisa langsung menuju ke alamat tersebut, anda bisa menggunakan bantuan google map atau aplikasi navigasi yang anda miliki. Bukit moko puncak bintang ini akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan di hari libur. Di waktu tahun baru, anda bisa menikmati indahnya kembang api yang megah di kota bandung dari atas bukit. Bukit Moko Bandung adalah lokasi wisata yang begitu indah. Anda bisa camping di atas bukit dengan alas tikar di dekat tenda maka anda bisa melihat taburan bintang di atas langit yang luas. Keindahan alam di sana benar benar istimewa.